This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Welcome to BlaBlaBlazID News Update Blog.

Blog ini berisi tentang info - info berita terkini mengenai Teknologi, Economy, Sosial, Politic, Olahraga, Otomotif, hiburan, dan masih banyak lagi.

Semua berita dan informasi yang termuat dalam blog ini berasal dari sumber - sumber media tertanama dan terpercaya. Untuk mengklaim artikel terkait mohon sertakan Alamat url blog ini, Terima Kasih.

Minggu, 14 Desember 2014

AC Milan Sukses Benamkan Napoli 2-0

AC Milan Sukses Benamkan Napoli

Big match tersaji di pekan ke-15 Serie A yang mempertemukan AC Milan kontra Napoli. Pertandingan ini berakhir bagi kemenangan Milan dengan skor cukup meyakinkan 2-0.

Bertanding di San Siro, Senin 15 Desember dini hari WIB, Milan langsung tancap gas di awal babak pertama. Terbukti, saat pertandingan masih menunjukkan menit ke-6 mereka mampu unggul lewat gol yang diciptakan Jeremy Menez yang memanfaatkan umpan Giacomo Bonaventura.

Napoli bukan tanpa peluang, mengandalkan kuartet Dries Mertens, Jonathan De Guzman, Jose Callejon, dan Gonzalo Higuain mereka berhasil merepotkan pertahanan Milan yang digalang Phillipe Mexes dan Adil Rami. Akan tetapi, semuanya masih mentah dan tidak berbuah gol.

Penampilan apik Diego Lopez di bawah mistar "I Rossoneri" juga membuat "I Partenopei" kesulitanmencetak gol. Sampai wasit Antonio Damato meniup peluit tanda babak pertama usai, skor 1-0 untuk keunggulan Milan tetap bertahan.

Pada babak kedua, anak-anak dari Naples sebenarnya berhasil mengontrol permainan di awal permainan. Akan tetapi, secara mengejutkan Milan malah berhasil menambah gol di menit ke-52 lewat sundulan Bonaventura memanfaatkan umpan Pablo Armero dari sisi kiri.

Selepas gol, pertandingan berjalan makin menarik dengan kedua tim memeragakan jual beli serangan. Pada laga kali ini, Milan harus rela kehilangan bek andalan mereka Adil Rami yang mengalami cedera hamstring. Dia harus digantikan oleh Cristian Zapata di menit ke-66.

Gol Bonaventura itu jadi gol terakhir pada pertandingan ini. Sampai babak kedua usai, keunggulan 2-0 untuk Milan tidak berubah.

Denga hasil ini, maka Milan naik ke peringkat ke-6 klasemen sementara Serie A dengan mengumpulkan 24 poin sama dengan Napoli yang tertahan di peringkat ke-6.

Susunan Pemain:

Milan: Diego Lopez; Bonera, Mexes, Rami, Armero; Poli, De Jong, Montolivo; Honda, Menez, Bonaventura

Napoli: Rafael; Mesto, Albiol, Koulibaly, Ghoulam; Jorginho, David Lopez; Mertens, De Guzman, Callejon; Higuain 

Sumber : Metrotvnews

Apple dan IBM Mulai Rilis Aplikasi Enterprise di iOS

Apple dan IBM Mulai Rilis Aplikasi Enterprise di iOS

Setelah mengumumkan "landmark partnership", Apple dan IBM kini mulai merilis berbagai aplikasi korporasi di iOS. Aplikasi tersebut mengintegrasikan kekuatan analisis data dari IBM serta keandalan iPad dan iPhone.

Sejauh ini, aplikasi besutan Apple dan IBM tersebut telah banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar, seperti Citi, Air Canada, Sprint, dan Barnote. Aplikasi tersebut rencananya juga akan digunakan di berbagai institusi, mulai dari institusi finansial, bisnis asuransi, hingga pemerintahan.

Salah satunya adalah IBM Incident Aware. Aplikasi ini dapat mengubah iPhone menjadi alat untuk membantu para aparat penegak hukum dalam menjalankan tugasnya. Ia dilengkapi dengan fitur yang mampu mendeteksi berbagai tindak kriminal dan kecelakaan dari berbagai sumber, seperti peta dan video secara real-time. Hal tersebut tentu akan sangat membantu aparat penegak hukum untuk dapat bertindak cepat.

Selain Incident Aware, terdapat pula dua aplikasi besutan IBM dalam bidang penerbangan. Aplikasi tersebut mampu membantu para pilot pesawat untuk dapat menerbangkan pesawatnya secara lebih efisien. Tidak hanya itu, kedua aplikasi tersebut mampu membantu memberikan berbagai informasi kepada para kru pesawat, seperti informasi bagasi, layanan pemesanan ulang, serta penawaran khusus bagi para penumpangnya.

Meskipun aplikasinya masih menyasar bidang industri yang spesifik, hal ini merupakan sinyal bahwa Apple akan semakin serius untuk melebarkan sayapnya di bidang enterprise. Wall Street Journal melaporkan,  IBM akan menangani program serta layanan berbasis cloud-nya, sedangkan Apple akan bekerja dalam desain aplikasi serta user interface-nya.

IBM juga berencana menjual perangkat iOS yang telah diisi dengan berbagai aplikasi khusus kepada para kliennya. Di tahun 2015 mendatang Apple dan IBM berencana untuk lebih mengembangkan fungsi iPad dan iPhone ke dalam bisnis retail, kesehatan, perbankan, agen perjalanan, telekomunikasi dan asuransi. (The Verge)

Sumber : Metrotvnews

AMD Kian Tenggelam di Bawah Bayang-Bayang Nvidia

AMD Kian Tenggelam di Bawah Bayang-Bayang Nvidia

"Perang" antara Nvidia dan kompetitornya, AMD, kini hampir menemui titik akhir dengan posisi Nvidia lebih unggul dari AMD. Jon Peddie Research dan Fool.com melaporkan bahwa Nvidia menguasai hingga 70% pasar kartu grafis dunia di akhir tahun 2014 ini. Keberhasilan tersebut kian mengukuhkan kepemimpinan Nvidia yang biasanya hanya mampu mengusai hingga 60% pasar kartu grafis dunia.

Pada bulan Oktober 2014 lalu, AMD sempat menurunkan harga berbagai jajaran kartu grafisnya dengan harapan akan menambah pangsa pasar, serta untuk meminimalisir momentum Nvidia yang baru saja merilis kartu grafis terbarunya, yaitu GTX 980 dan GTX 970. Sayangnya, usaha AMD tersebut ternyata kurang ampuh.


Grafik persaingan antara Nvidia dan AMD dari tahun 2010 hingga sekarang


Sempat terdapat rumor bahwa AMD juga akan merilis produk terbaru untuk menandingi GTX 980 dan GTX 970, namun ia tentunya tidak akan siap dirilis pada akhir tahun 2014 ini.

Lantas, mengapa kondisi AMD kian terpuruk di tahun 2014 ini?

The Fool mengatakan, salah satu penyebabnya adalah karena AMD sedang fokus terhadap chip grafis yang dipasang di konsol next-gen (PS4 dan Xbox One menggunakan chip grafis AMD). Hal tersebut diperkirakan memanaskan persaingan PC dan konsol, sehingga para gamer PC beralih ke Nvidia. Meskipun demikian, AMD boleh dibilang sangat berhasil dalam bisnis chip grafis konsolnya.

Sumber : Metrotvnews

Gadget Android Terbaik 2014 Menurut Hasil Benchmark Futuremark

Gadget Android Terbaik 2014 Menurut Hasil Benchmark Futuremark



Tim Metrotvnews.com termasuk menggunakan kedua aplikasi tersebut untuk menguji performa gaming, baterai dan penggunaan sehari-hari sebuah ponsel atau tablet Android. Lalu, siapakah pemenangnya?

Berdasarkan hasil pengujian 3DMark Ice Storm Unlimited, perangkat Android terbaik untuk bermain game adalah Nvidia Shield Tablet dan Xiaomi Mi Pad.



Sementara itu, yang mempunyai performa terbaik dalam penggunaan sehari-hari; browsing, mengolah foto dan memutar video, adalah HTC Nexus 9 dan Xiaomi Mi Pad.



Bagaimana dengan kekuatan baterai? berdasarkan data PCMark for Android, perangkat dengan baterai paling awet adalah Huawei Ascend Mate 2 4G dan Lenovo Yoga Tablet 8.



Di kategori terakhir, Future mark merilis daftar perangkat Android terpopuler dalam waktu 30 hari terakhir. Daftar ini dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti value for money, kekuatan merek dan ketersediaan. Menariknya, posisi keeempat dihuni oleh OnePlus One, yang ketersediaannya masih sangat terbatas di negera tertentu.



Sumber : Metrotvnews

[Ulasan Lengkap] Microsoft Umumkan Hal Baru Tentang Windows 10 Bulan Depan


Microsoft Umumkan Hal Baru Tentang Windows 10 Bulan Depan

Microsoft akan kembali mengumumkan pembaruan sistem operasi Windows 10 pada 21 Januari 2015 di kantor pusatnya, Redmond, Washington, Amerika Serikat. Microsoft sudah mengirimkan undangan kepada media untuk menghadiri acara tersebut.

Dalam undangan itu, Microsoft menuliskan "Join us to hear about the next chapter of Windows 10." Jika dilihat dari kalimat tersebut, tampaknya Microsoft belum akan meluncurkan versi final Windows 10.

Microsoft mengumumkan versi techncal build Windows 10 yang bisa diunduh secara gratis pada September lalu. Salah satu pembaruan terbesar di Windows 10 adalah kembalinya tombol Start, dan perbaikan touch pad yang kini mirip MacBook.
Microsoft secara resmi memperkenalkan sistem operasi Windows 10 pada 30 Oktober 2014. Keesokan harinya, mereka merilis Technical Preview yang dapat diunduh secara gratis melalui Windows Insider Program.

Saya termasuk yang mencoba OS tersebut selama lebih dari sebulan di Asus Transformer TX300. Untuk Anda yang belum tahu, ia adalah notebook hibrida yang dapat diubah menjadi tablet dengan cara melepas layar dari keyboard. Dengan demikian, saya bisa merasakan bagaimana pengalaman menjalankan Windows 10 di notebook layar sentuh dan tablet sekaligus.

Kesan pertama menggunakan Windows 10 adalah ia lebih mudah dipahami dibanding Windows 8 atau Windows 8.1. Kita tak lagi seperti hidup dalam dua dunia berkat perubahan Start Menu yang kini sudah menggabungkan gaya klasik di Windows 7 dengan Metro-Style di Windows 8. Start Menu hibrida ini ditampilkan secara default, meskipun kita masih dapat mengembalikan gaya Windows 8.1 sepenuhnya.



Pada Windows 8 dan 8.1, orang memang kerap kebingungan karena perubahan radikal Start Menu. Saya sering mendengar komentar, "Lho, ini cara baliknya gimana?" saat seseorang sedang mengetik di Desktop Mode, lalu secara tak sengaja memencet tombol Windows di Keyboard, sehingga dia dialihkan ke Start Menu. Jika membuka forum-forum di internet, kita akan tahu, persoalan itu dihadapi oleh banyak orang, sehingga bermunculanlah aplikasi untuk mengembalikan Start Menu klasik dari pihak ketiga.

Microsoft mendengar masukan ini dan mereka melakukan perubahan penting di Windows 10. Seperti pada Windows Phone, antarmuka Start Menu dapat Anda ubah-sesuaikan dengan cara tap/klik dan drag atau mengubah ukuran tile. Secara keseluruhan, Start Menu di Windows 10 tampak seperti kawan lama yang muncul kembali dengan gaya rambut dan pakaian yang baru; kita terkejut tetapi tidak asing.

Bersebelahan dengan Start Menu adalah Search. Fitur Search sangat membantu mempercepat pengoperasian Windows 10 karena selain mencari menu dan file internal, kita juga bisa menggunakannya untuk mencari apa pun di internet melalui Bing. Search juga menampilkan topik pencarian yang sedang populer di internet.


Fitur baru lainnya adalah Task View yang secara otomatis terpasang di taskbar. Ia adalah fitur multitasking yang jika dipencet akan menunjukkan semua aplikasi aktif. Jika Anda pengguna MacBook, fitur ini akan terasa sama dengan fitur Expose yang bisa diakses dengan menyapu tiga jari di atas touchpad. Selain itu, kita bisa menambahkan Virtual Desktop. Fitur ini beguna jika Anda hendak membedakan tampilan Desktop saat bekerja atau bermain, misalnya. Pada Asus TX300, saya bisa menambahkan hingga 8 Virtual Desktop pada menu Task View.


Fungsi Task View juga dapat diaktifkan dengan Windows+Tab. Oh ya, peralihan antar-menu melalui Alt+Tab kini juga memiliki tampilan baru.

Untuk menunjang produktivitas pengguna, Microsoft merombak Snap mode yang memungkinkan kita untuk menyandingkan hingga empat aplikasi sekaligus. Sebagai perbandingan, di Windows 8 atau 8.1, kita hanya bisa menyandingkan dua aplikasi. Namun, pada saat pengujian, belum semua aplikasi mendukung snap mode hingga empat. Beberapa aplikasi, termasuk Chrome baru bisa diperkecil hingga ukuran separuh layar. Fitur ini sangat berguna bagi yang kerap multitasking. Anda dapat mengaktifkannya dengan keyboard Windows+Up Arrow dan Windows+Down Arrow.


Perubahan penting lainnya adalah tampilan aplikasi. Di Windows 10, semua aplikasi Metro berjalan dengan gaya Desktop. Dengan demikian, semua aplikasi memiliki menu klasik semacam Minimize, Restore Down atau Maximize dan Close di pojok kanan. Selain itu, terdapat drop down menu bernama Apps Commands di sebelah kiri aplikasi aktif yang berisi bermacam-macam perintah, seperti Search, Share, Print, Settings dan Full Screen.

Apps Comands berfungsi sebagai pengganti Charm Bar. Sebab, Charm Bar di Windows 10 desktop mode sudah dinonaktifkan secara default. Ini untuk mengurangi gangguan saat Anda secara tak sengaja mengarahkan mouse ke kanan layar. Meski demikian, ia masih bisa diaktifkan dengan Windows+C. Menu Charm Bar Windows 10 hanya tampil otomatis pada perangkat layar sentuh. Di Asus TX300, misalnya, Charm Bar akan otomatis keluar ketika saya melepaskan layar dari keyboard untuk mengubahnya menjadi tablet. Hal ini dimungkinkan berkat fitur Continuum. Microsoft memang merancang Continuum khusus untuk perangkat hibrida, agar Windows dapat menyesuaikan tampilan saat pengguna menggunakan Desktop Mode atau tablet.  Sayangnya, di Windows 10 Preview Build 9879, Continuum masih dalam tahap pengembangan, sehingga memiliki banyak bug. Untuk mengaktifkannya pun harus dilakukan secara manual melalui Registry Editor.
Ambisi Microsoft untuk menjadikan Windows 10 sebagai sistem operasi universal, mengharuskan mereka untuk menghadirkan pengalaman penggunaan yang sama di semua produk; dari Internet of Things sampai server. Salah satu wujudnya adalah Notification Center, yang biasa kita temui di Android, iOS, MacOS dan Windows Phone. Ia menunjukkan notifikasi dari aplikasi dan sistem. Jika merasa terganggu, Anda dapat mematikan notifikasi selama 1,3 atau 8 jam.

Fitur selanjutnya adalah Data Sense, fungsinya untuk memantau koneksi Internet. Seperti di perangkat mobile, kita bisa mengendalikan penggunaan data dengan membatasinya. Untuk mengakses fitur ini, Anda dapat membuka PC Settings. Di dalamnya akan terdapat tiga bagian, yaitu Overview, Usage dan Settings. Namun, karena masih dalam tahap pengembangan, fungsinya masih sangat terbatas. Bahkan, menu Settings belum aktif.


Mengikuti tren pada smartphone premium saat ini, Microsoft juga menghadirkan menu Battery Saver di Windows 10. Tujuannya sederhana, memperpanjang usia baterai perangkat Anda.


Fitur smartphone selanjutnya yang juga hadir pada Desktop adalah Cortana, asisten pribadi digital, seperti Siri dan Google Now. Sayangnya, saya belum bisa menguji kemampuan Cortana di Preview Build 9879 karena masih dalam tahap pengembangan.

Anda yang sudah mengunduh Windows 10 dapat melihat Cortana melalui menu Privacy di zPC Settings, yang dapat diakses melalui search di Start Menu. Selain Cortana, menu baru lain di zPC Settings adalah OEM dan Pending or Deprecated, yang masih dibintangi karena belum bisa digunakan.


Salah satu fitur baru Windows 10 yang diluncurkan bersamaan dengan Preview Build 9879 adalah gesture touchpad. Seperti kami sebutkan di artikel ini, touchpad pada Windows 10 kini sudah bisa mengenali gerakan tiga jari. Jika kita menggerakkan tiga jari ke atas, Windows akan menampilkan Task View, dan Desktop jika digerakkan ke arah sebaliknya.

Karena belum final, bisa dipastikan Microsoft masih akan melakukan beberapa perubahan sampai Windows 10 versi final dirilis pada tahun depan. Untuk mendapatkan pembaruan sesegera mungkin, Anda dapat mengaturnya melalui menu Update and recovery lalu memilih Slow atau Fast. Harap dicatat, pembaruan cepat berarti membuka kemungkinan Anda mengunduh software yang belum stabil.

Sumber : Metronews

Google Hapus Aplikasi Amazon dari Google Play

Google Hapus Aplikasi Amazon dari Google Play

Mulai hari ini, jika Anda mencari aplikasi Amazon di Google Play maka Anda tidak akan menemukannya. Google dilaporkan baru saja menghapus aplikasi Amazon yang ada di Google Play dari sistem pencariannya. Beberapa pengamat mengatakan bahwa ini merupakan langkah untuk memperkuat posisi Google di wilayah kekuasaannya sendiri. Hal tersebut pun sempat membuat hubungan Google dan Amazon memanas.

Semua bermula ketika di bulan September lalu Amazon mulai memperbolehkan penggunanya untuk dapat mengunduh aplikasi dari Amazon App Store melalui aplikasi Amazon pada platform Android yang memang dipublikasikan di Google Play.

Apa yang dilakukan oleh Amazon tersebut jelas merupakan aksi infiltrasi Amazon kepada Google Play dengan cara "menyusupkan" online store-nya di aplikasi yang dapat diunduh melalui Google Play. Uniknya, Google hanya menghapus aplikasi Amazon dari sistem pencarian Google Play, dan Anda masih dapat mengunduhnya melalui direct link.

Aplikasi yang masih ada di Google Play tersebut juga masih mengizinkan Anda untuk mengunduh aplikasi dari Amazon App Store. Sebagai pengganti aplikasi Amazon yang "diblokir" oleh Google, Amazon merilis sebuah aplikasi bernama Amazon Shopping yang sama persis seperti aplikasi Amazon sebelumnya, namun tentu saja tanpa akses ke Amazon App Store. (CNN)

Sumber : Metrotvnews

SteelSeries Spectrum 7XB, Headset Nirkabel untuk Gamer Konsol

SteelSeries Spectrum 7XB, Headset Nirkabel untuk Gamer Konsol

Headset SteelSeries yang kami ulas kali ini tergolong cukup istimewa. Ia adalah headset nirkabel yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan para gamer konsol. Tanggal perilisan SteelSeries Spectrum 7XB sebenarnya sudah cukup lama, tetapi fitur yang teknologi yang ditawarkan masih cukup mumpuni. Seperti apakah fitur dan teknologi tersebut?



Tidak ada yang spesial saat kita membicarakan desain. Headset yang dibalut warna hitam solid ini memiliki bobot yang cukup berat, 680 gram. Saat dipasang, bagian kepalanya agak menekan, sehingga mengurangi kenyamanan saat digunakan dalam waktu yang cukup lama. Secara fisik, komponen Spectrum 7XB dapat dilepas menjadi tiga bagian, sehingga menghemat ruang dan mudah untuk dibawa berpergian.



Spectrum 7XB adalah headset nirkabel dengan cara penggunaan yang khusus. Saat pertama kali kami melihat kotaknya, terdapat logo konsol Xbox 360, yang artinya cocok dimainkan bersama konsol teranyar tersebut. Kenyataannya, headset ini cocok dengan platform mana pun, bahkan tidak harus digunakan bersama konsol. Anda bisa saja menggunakannya hanya untuk menonton televisi.

Konektivitas yang disediakan pun cukup beragam, dan berhubung Xbox 360 menjadi duet utamanya, Steelseries menyediakan konektor khusus untuk menghubungkannya dengan controller Xbox 360. Jika ingin digunakan dengan platform lain, headset ini dapat terhubung dengan receiver khusus berbentuk kotak yang memerlukan daya melalui konektor USB.



Headset ini dapat beroperasi dengan dua unit baterai AAA, yang jika menggunakan versi rechargeable, dapat diisi kembali dengan listrik melalui konektor USB.

Bagaimana dengan kualitas suaranya? Spectrum 7XB menggunakan komponen audio yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Baik treble, bass, dan efek stagingnya bisa menyusul kualitas yang dimiliki varian Siberia. Hanya saja, dalam kondisi default, efek treblenya kurang terasa. Namun, headset ini memiliki pengaturan khusus di bagian telinga, yang dapat menghasilkan tiga macam karakteristik suara sesuai kebutuhan.



SteelSeries Spectrum 7XB adalah headset lawas yang performanya tidak ketinggalan zaman. Dirancang khusus untuk konsol, ini adalah headset nirkabel yang bisa menjadi pertimbangan gamer yang meluangkan banyak waktu bersama Xbox 360 atau PlayStation 3.

Sumber : Metrotvnews